Gain Library

Invalidite

Semua orang mengenal Dewa Pradipta, pewaris tunggal keluarga Pradipta, cucu dari pemilik Pradipta University tempatnya kuliah. Terkenal dengan kecerdasannya dalam meremehkan orang lain, pandai berkelahi dan juga mahir menyakiti perempuan. Namun semua kelakuan Dewa bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Semua kenakalannya hanyalah bentuk kekecewaannya. Kakeknya sudah lelah menghadapi semua bentuk keributan yang selalu Dewa ciptakan. Hingga ia memutuskan untuk tidak membiarkan Dewa bebas lagi, dia harus memastikan masa depan Dewa sebagai penerus Pradipta terjamin. Dewa tentu murka dengan hal itu, sejak belasan tahun lalu, satu satunya keluarga Dewa hanyalah kakek David. Namun sungguh dia sangat membenci kakeknya. Ketika dia dengan matanya sendiri menyaksikan bagaimana ayah ibu nya di bunuh oleh perampok di depan matanya dan kakeknya justru mengatakan bahwa dia hanya berhalusinasi. Kakek David sama sekali tidak mempercayai dirinya dan malah mempercayai orang lain yang mengatakan orang tuanya adalah korban kecelakaan. Dimulai dari ditunjuknya seorang mahasiswi biasa untuk menjadi pembimbing Dewa. Sebagai mahasiswi dengan kaca mata tebal, rok sepanjang mata kaki, juga rambut dikepang menjelaskan betapa kuno nya seorang Pelita Senja. Ditambah dengan dua tongkat yang selalu di apitnya membuatnya dipandang sebelah mata. Semua orang tunduk pada Dewa, bahkan ketika ia berjalan di koridor kampus tanpa komando mahasiswa lain akan membelah jalan untuk ia lewati. Namun hal itu tidak berlaku untuk Pelita, dengan santainya Pelita menghadapi Dewa dan membalas tatapan tajam Dewa dengan senyuman. Hal itu lah yang memicu kehebohan diantara dua sahabat Dewa, yaitu Gerka dan Rendi. Hingga terjadilah sebuah permainan tanpa menyadari akibatnya untuk menaklukkan Pelita. Dewa yang awalnya menolak keras kehadiran Pelita, tiba tiba menyetujui kemauan gadis itu. Hal itu terjadi setelah dia mengetahui bahwa Pelita adalah orang yang dilindungi sepupu tirinya, Gilvy. Baginya Pelita adalah paket komplit untuk memenangkan taruhan dan juga menyakiti sepupu tirinya. Tanpa Dewa sadari perubahan besar terjadi dalam hidupnya setelah kehadiran Pelita, Dewa mulai memasuki kelas, mulai mengikuti ujian, mulai tersenyum bahkan tertawa. Hingga ia tak bisa untuk tak berada di sisi Pelita barang sekejap. Seperti namanya Pelita hadir di hidup Dewa yang gelap. Perlahan keduanya mulai membuka rahasia rahasia masa lalu, membagi luka bersama. Kebersamaan yang terjalin nyatanya mampu menumbuhkan perasaan lain diantara keduanya. Bagaimana mungkin Pelita tak jatuh hati pada seseorang yang memperlakukannya dengan luar biasa seperti kelumpuhannya bukanlah hal besar bagi Dewa. Hanya Dewa lah yang mampu membuat Pelita merasa diinginkan dengan sangat. Namun takdir masih ingin bermain - main. Kenyataan yang didapati Dewa membuatnya berada pada titik kebimbangan yang sebenernya. Ketika ia melihat wajah ayah Pelita, ingatannya langsung terlempar pada kejadian belasan tahun lalu. Dimana orang tuanya dibunuh dan salah satu pembunuh itu adalah ayah dari gadisnya, ayah Pelita. Dewa dihadapkan pada pilihan yang membuat kepalanya ingin pecah, jika ia memilih untuk menegakkan keadilan bagi kedua orang tuanya maka gadisnya akan tersakiti. Namun jika tidak maka selamanya dia akan dihantui rasa ketakutan dan bersalah. Hingga keputusan itu mutlak menjadi penghancur perasaannya sendiri. Melepas gadisnya, memperlakukan gadisnya dengan buruk, dan membuat gadisnya menangis nyatanya berlipat kali lebih menyakitinya. Sudah cukup dengan semua hal yang menyakiti hatinya dan juga Pelitanya, Dewa berniat untuk memohon dihadapan Pelita atas perlakuannya, agar gadisnya kembali karena Dewa benar benar tidak bisa. Dia tidak bisa hanya menatap gadis itu dari kejauhan, dia tidak bisa terus menahan diri untuk tak memeluk gadisnya. Namun lagi lagi kenyataan pahit ia terima. Dalang dari semua kenangan pahitnya selama ini tak lain adalah Om nya sendiri, Om nya yang begitu bernapsu menginginkan tahta dari keluarga Pradipta. Tidak cukup bagi Om Jeremy menghancurkan hidupnya selama ini, tidak cukup dia mengambil kebahagiaan Dewa, kini gadisnya, pelitanya juga ingin dia rampas? Tentu saja Dewa tidak akan membiarkannya. Setelah menerima telepon yang mengatakan bahwa Pelita telah disandera, tanpa berpikir dua kali Dewa bergegas menjemput gadisnya. Dewa melangkahkan kaki memasuki gudang kosong tempat Pelita disekap. Dengan tangan menenteng koper penuh uang, Dewa melangkah penuh keyakinan. Disini dia akan mempertaruhkan segalanya untuk Pelita, bahkan nyawanya sekalipun. Tampang - tampang menjijikkan penuh penghianatan sudah membuat Dewa muak. Dia tidak akan tinggal diam melihat gadisnya diperlakukan seperti ini. Luka sayatan, memar sudah memenuhi tubuhnya namun sama sekali dia tak berhenti melawan. Hingga waktu yang ia nanti tiba, dimana pasukan polisi bersama kakek nya datang menyerbu tempat itu dan membekap semua nya tanpa kecuali. Semua nya selesai. Dengan langkah lunglai dia melangkah mendekati Pelita, melupakan darah segar yang mengalir dari tubuhnya. Memeluk erat gadisnya dan tidak akan melepaskannya lagi. Semua membaik, segala kepahitan telah sirna. Setelah kejadian malam itu, setelah keadaan mereka pulih, setelah kata maaf terus terucap dari bibir Dewa. Jarak mengambil alih, jarak juga ingin ikut menguji cinta mereka. Pelita yang begitu memimpikan kuliah di Paris, dinyatakan lolos beasiswa dan Dewa tak bisa mencegahnya. Karena kebahagiaan Pelita adalah segalanya. Jarak ribuan mil tak menjadi penghalang, justru dengan adanya jarak mereka bisa memperbaiki diri sebelum memutuskan untuk bersama, dan pada akhirnya semesta menyatukan mereka dalam sebuah ikatan paling sakral. Pernikahan.



"Keseriusan Cinta"